Skip to main content

Soto Udang


Resep ini adalah resep pertama yang aku coba ketika mulai mendalami food photography secara serius. Bermula dari liat resep-resep mbak Hesti di blog yang selain karena resepnya yang banyak dan enak-enak (sudah banyak yang aku coba) juga karena foto-foto jepretan beliau yang enak dilihat dan bikin laper terus. Hahaha

Nah, suatu saat nyampe di resep Soto Udang yang di-post mbak Hesti. Resep ini sendiri beliau coba berdasarkan resep Mbak Ricke. Berikut resep yang aku coba di dapur sesuai ketersediaan bahan di dapur hehehe :)

Bahan:
- 500 gram udang ukuran sedang
- 1500 ml air (aku pake kurang lebih 1800 ml)
- 500 gram santan kental (aku pake santan kemasan isi 200 ml)
- garam secukupnya
- 2 sdt kaldu bubuk
- 2 sdt gula pasir
- 1 sdt merica bubuk
- 3 lembar daun salam
- 2 lembar daun jeruk (aku pake 5 lembar berhubung lagi banyak stok :D)
- 2 batang serai, memarkan
- 3 cm lengkuas, memarkan
- minyak goreng untuk menumis

Bumbu halus:
- 10 butir bawang merah
- 6 siung bawang putih
- 1 sdm ketumbar
- 3 cm kunyit, bakar
- 2 cm jahe
- 1 sdm ebi

Pelengkap:
- tauge, siangi
- daun bawang dan seledri, iris tipis
- tomat, potong-potong
- kentang goreng
- telur rebus, potong 2 bagian
- emping
- bawang goreng
- sambal merah

Cara Membuat:
 1. Cuci bersih udang, buang kepala dan kerat bagian punggung.
 2. Didihkan air, masukkan santan kental dan kecilkan api.
 3. Tumis bumbu halus, daun salam, daun jeruk, lengkuas, dan serai hingga harum. Masukkan udang dan aduk hingga berubah warna, matikan api. Masukkan tumisan ke rebusan santan dan aduk hingga mendidih.
 4. Beri garam, gula, kaldu bubuk, dan merica bubuk. Aduk rata, cicipi.
 5. Sajikan soto udang bersama pelengkapnya.






Soto Udang ini dijamin enak lho. Warnanya aja udah cantik, so pasti disukai suami dan anak-anak. Mari dicoba, Bu :)

Comments

Popular posts from this blog

Nasi Bakar ala Bu Fatmah Bahalwan NCC

Pertama kali lihat postingan resep Nasi Bakar ini, bawaannya kebayang-bayang terus dan pengen bikin. Alasannya, aku suka banget nasi bakar! Ada aroma daun pisang, aroma bakaran dan rasa gurih dari lauknya itu bikin lidah ketagihan. Karena itu, ketika menemukan link berisi resep ini, aku langsung catat bahan dan cara membuatnya di agenda masakan tercintaaah (sebenernya sih buku agenda buat kerjaan kantor, disalahgunakan ini ceritanya :D). Mencatat resep di buku tulis itu ada kebahagiaan tersendiri. Selain bisa jadi koleksi (haiah *ga penting), mempermudah liat resep pas masak ketika hape harus di-charge dulu, juga membantu pemahaman langkah pengerjaan. Ok, kembali ke resep. Yang bikin aku memilih resep ini adalah resep ini dari Bu Fatmah Bahalwan NCC. Hohoho. Beliau sudah terkenal di dunia masak-memasak lho. Dan aku, sebagai salah satu fans berat beliau, gak ragu sama kelezatan resep yang pernah disusun beliau. Semangat ini juga makin menggebu-gebu ketika mbak Hesti nge-posting re

Kentang Goreng Tepung

Setelah hampir sebulan nganggur di draft, akhirnya bisa di- publish juga :D *kelamaan memastikan detil resep* Majalah Sedap kembali dengan resep praktis dan gak pake bahan banyak. Halaman belakang majalah edisi bulan Agustus kemarin tersebut diisi dengan resep pilihan yang dijamin mudah untuk dibuat. Salah satunya Kentang Goreng Tepung ini. Meskipun jenis olahan french fries lebih dikenal dan disukai, kentang goreng dengan potongan wedges ini dijamin gak akan mengecewakan. Yang khas dari kentang goreng ini adalah renyahnya. Karena berbalut tepung, kentang ini sangat renyah. Bahkan kerenyahannya bertahan hingga kondisinya tidak lagi hangat. Disajikan dengan saus cocolan ataupun tidak, tetap saja cemilan ini bakalan memanjakan lidah keluarga di rumah. Kriuk-kriuk gurihnya bikin siapa aja akan berkesimpulan one is never enough .   Punya stok kentang? Yuk, buruan dimasak dengan resep yang aku tulis ulang dari majalah Sedap ini :) KENTANG GORENG TEPUNG sumber:

OVEN dan ovenku (KIRIN 200-RA)

Oven adalah peralatan dapur yang wajib dimiliki kalo mau belajar baking , khususnya kalo mau bikin sesuatu yang dipanggang. Peralatan tempur baking yang satu ini juga punya beberapa jenis, yaitu: Oven Tangkring (otang) Oven ini mungkin paling tersohor di dunia per- baking -an :D. Gimana enggak, sejak jaman masih kecil banget sampe sekarang, aku masih sering nemu toko yang ngejual oven yang satu ini. Gak jarang juga ibu-ibu yang pada pinter masak di blog-blog yang aku baca mengakui sendiri mereka juga menggunakannya. Kalo ditanya alasan kenapa banyak orang suka banget (dan bahkan jatuh cinta) dengan oven ini, pada umumnya adalah oven ini murah dan gak pake listrik. Memang bener kalo oven ini praktis banget, tapi kelemahannya juga patut dipertimbangkan. Jika menggunakannya di atas kompor gas, ovennya harus diganjal dulu, terkadang panasnya tidak merata, dan sulit menentukan temperatur dengan benar (bahkan kadang pengukur suhu yang ada bisa salah).   Oven Gas Bi